Syeikh Ahmad Khatib Sambas bin Abdul Ghaffar RA, pendiri Thariqat Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah dalam kitab Fathul 'Arifin mengatakan bahwa muraqabah itu ada 20 (Dua Puluh) :
- Muraqabah Ahadiyah, muraqabah ini adalah mawas diri atas sifat Maha esa Allah Swt. Ajaran muraqabah ini ada dalam Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. Dalam mawas diri diimajinasikan datangnya al-Fayd al-Rahmani (pancaran karunia Allah Swt.) berasal dari enam arah, yaitu: atas-bawah, muka-belakang, dan kanan-kiri. Sedangkan dalam Tarekat Naqsyabandiyah Mujaddadiyah (NM), muraqabah hati kesadaran dipusatkan dalam lima lathaif secara bertahap, yaitu Lathifatul qalbi, Lathifatul ruhi, Lathifatul sirri, Lathifatul khafi, dan Lathifatul akhfa.
- Muraqabah Ma’iyyah, Jenis muraqabah ini ada dalam kedua tarekat induknya (Qadiriyah dan Naqsyabandiyah). Akan tetapi dalam hal teknis lebih dekat dengan ajaran muraqabah yang ada pada Tarekat Qadiriyah. Muraqabah Ma’iyah mawas diri akan makna kebersamaan Allah Swt. dengan dirinya
- Muraqabah Aqrabiyah, Arti dari muraqabah ini adalah memperhatikan dengan seksama dalam kontemplasi akan makna dan hal kedekatan Allah Swt. Namanya sama dengan yang ada dalarn Tarekat Naqsyabandiyah, sedangkan filosofinya lebih dekat dengan yang ada dalam Tarekat Qadiriyah.
- Muraqabah Wilayatul ‘Ulya, Muraqabah jenis ini hanya ada dalam ajaran Tarekat Naqsyabandiyah. Walaupun menggunakan nama yang berbeda (terkadang juga disebut dengan nama yang sama), tetapi cara dan sasarannya sama. Sedangkan dalam Tarekat Qadiriyah jenis muraqabah ini terlaksana dalam muraqabah yang ketujuh (sama sasaran dan dalilnya)
- Muraqabah Kamalatun Nubuwwah, Yaitu muraqabah atas qudrat Allah Swt. yang telah menjadikan sifat-sifat kesempurnaan kenabian.
- Muraqabah Kamalatul Risalat, adalah kontemplasi atas Allah Swt. dzat yang telah menjadikan kesempurnaan sifat kerasulan
- Muraqabah Kamalatul Ulul Azmi, adalah muraqabah atas diri Allah Swt. yang telah menjadikan para Rasul yang bertitel ulul azmi. Ketiga jenis muraqabah di atas tersebut hanya terdapat dalam ajaran Naqsyabandiyah Mujaddidiyah (NM).
- Muraqabatul Mahabbah fi al-Dairat al-Khullat, Yaitu muraqabah atas Allah Swt. dzat yang telah menjadikan hakikat Nabi Ibrahim sebagai khalilullah (kekasih Allah Swt.).
- Muraqabatul Mahabbah fi al-Dairat al-Sirfa, Yaitu muraqabah atas Allah Swt. yang telah menjadikan hakikat Nabi Musa a.s, yang sangat dikasihi, sehingga bertitel
- Muraqabah al-Dzatiyah al-Muntazibal bil Mahabbah, Yaitu muraqabah kepada Allah Swt, yang telah menjadikan hakikat Nabi Muhammad saw. yang telah menjadikan kekasihnya yang asal dan dicampur dengan sifat pengasih
- Muraqabah al-Mahbubiyah al-Sirfah, Yaitu muraqabah kepada Allah Swt. yang telah menjadikan hakikat Nabi Ahmad yang memiliki sifat pengasih yang mulus. Keempat jenis muraqabah ini (no. 8, 9, 10, dan 11) merupakan pendalaman dari muraqabah ulul azmi yang ada dalam Tarekat Naqsyabandiyah al-Mujaddadiyah.
- Muraqabah al-Hubb al-Sirfi, Yaitu muraqabah kepada Allah Swt. yang telah mengasihi orang-orang mukmin (dengan tulus) yang cinta kepada Allah Swt, para malaikat, para Rasul, para nabi dan wali, cinta pada para ulama dan kepada sesama mukmin. Muraqabah ini di dalam Tarekat Naqsyabandiyah disebut dengan Muraqabah al-Mahabbah.
- Muraqabah la Ta’yin, Adalah Muraqabah akan hak Allah Swt. yang tidak dapat dinyatakan dzat-Nya, oleh semua makhluk tanpa kecuali. Muraqabah jenis ini tidak terdapat dalam kedua tarekat induknya. Akan tetapi tehnik dan sasaran dan muraqabah sudah tercakup di dalam muraqabah ahadiyah pada Tarekat Naqsyabandiyah Mujaddidiyah.
- Muraqabah haqiqatul Ka’bah, Adalah muraqabah kepada Allah Swt, dzat yang telah menciptakan hakikat ka’bah sebagai kiblatnya orang yang bersujud kepada Allah Swt.
- Muraqabah haqiqatul Al-Qur’an, Muraqabah ini adalah mawas diri atas Allah Swt. yang telah menjadikan hakikat Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, yang merupakan ibadah bagi pembacanya.
- Muraqabah haqiqatul Sirfah, adalah muraqabah atas Allah Swt. yang telah mewajibkan kepada para hambanya untuk melakukan shalat, yang terdiri dari beberapa ucapan dan perbuatan
- Muraqabah Dairat al-Ma’budiyah al-Sirfah, adalah muraqabah dengan berkontemplasi akan Allah Swt. yang memiliki hak untuk disembah oleh semua makhluk-Nya
- Muraqabah al-Mahabbah fi al-Dairat al-Ma, Yaitu muraqabah atas Allah Swt. dzat yang telah menjadikan hakikat Nabi Ibrahim sebagai Khalîlullâh.
- Muraqabah al-Mahabbah fi al-Dairat al-Saniyah, yaitu muraqabah atas Allah Swt. dzat yang telah menjadikan hakikat Nabi Musa a.s. yang sangat dikasihi, sehingga bertitel kalimullâh
- Muraqabah al-Mahabbah fi al-Dairat al-Qaus, Ketiga jenis muraqabah ini adalah jenis mawas diri atas kecintaan kepada Allah Swt. pada orang-orang yang beriman dan kecintaannya orang mukmin kepada Allah Swt. Ketiganya merupakan pendalaman dan perincian atas muraqabah al-Aqrabiyah dan al-Mahabbah yang ada dalam Tarekat Naqsyabandiyah.

%20-%20ajaran%20ahlussunnah%20wal%20jamaah.jpg)
0 Komentar